國際

9歲男童穿布偶裝「每天走10公里」賺錢分攤家計 疲憊蹲路邊…網揪心不捨

家中貧困的孩子時常要擔心吃住,甚至還要幫忙分攤家計,印尼1名9歲男童雷恩(Rehan)的際遇就是如此。孝順的他為了分擔母親沉重的經濟負擔,每天大清早穿著布偶裝,走上10公里的路程到人潮較多的街區表演,賺取微博收入。有網友將小雷恩脫下布偶頭套,蹲坐在路邊的疲累模樣拍下放在IG上,令人看了心疼不捨。

據印尼媒體報導,網友Rahmadi在IG上發布了1段影片,影片由多張照片集合而成。從影片中可看到穿者厚重的布偶裝的人坐在角落休息,低著頭似乎看起來相當疲累。沒想到下秒拿下玩偶頭套,才發現竟是1名小男童。下張照片也是同個男童,只是身上換了另1套布偶裝,坐在角落閉著眼睛小歇息,臉上盡是疲憊。

Rahmadi在貼文說到,9歲的小雷恩為了幫母親分擔家計,每天早晨都走上10公里到熱鬧的街區表演,穿著厚重的布偶裝來娛樂路人;不過很多人並不知道,躲在布偶裝裡的是1名9歲孩子。Rahmadi表示,小雷恩家境不好,媽媽工作不穩定,他的微薄收入只夠付房租,多餘的錢則是用來付自己的學費。

不過被人捕捉到疲累身影的小雷恩沒有怨言,反倒樂觀地表示,有錢就可以買食物回家跟媽媽一起吃,成熟懂事的模樣,讓人看了揪心不捨。

Rahmadi表示,希望透過分享小雷恩的故事,讓更多人知道,能化做實際行動幫助他。消息一出後也順利吸引媒體注意,將小雷恩的故事報導出來,讓更多有能力的人可以幫助小雷恩的家庭,改善他們的生活。

有網友看到紛紛表示,「好心疼、好不捨」、「貧困孩子的童年縮影」、「這樣的孩子特別懂事」、「真希望有捐款連結,能為小男孩盡點心力」。(艾以琳/綜合外電報導)

 

在 Instagram 查看這則貼文

 

EDISI KEHIDUPAN…. Setiap hari, Rehan harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran dan warga disekitar jalan Gatot Subroto… Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya jalan Gatot subroto. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak. Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rejeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya. “Uangnya lumayan. Bisa buat beli Nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Rehan Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Rehan memperlihatkan jogetan kecilnya. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Rehan mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari. Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants. Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,” ungkap Rehan sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya. Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah. Lepas Sholat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman Alfamart jl. Gatot subroto kata Rehan Namun saat ditanya, apakah ia dan ibunya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya.

KONTEN INSPIRATIF(@rhmadii__)分享的貼文 於 張貼

在愛中竭力追求真理,重視媒體對家庭及年輕人的影響。

喜歡這篇新聞嗎?

捐款支持風向新聞


或是,把文章分享給您的朋友吧!

Facebook 留言

則留言

Tags
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close